Rumah Panggung Muhammad Jafar Segera Berganti Rumah Permanen

Jun 4

Pembangunan Rumah DhuafaBAITULMALBIR – M Jafar Ibrahim, 51 tahun, sumringah. Dia menyalami Bupati Bireuen H Ruslan M Daud dan sejumlah pejabat Pemkab Bireuen yang berkunjung ke rumahnya, di Desa Meunasah Reudeup, Pandrah, Kamis 4 Juni 2015.

Kunjungan pimpinan daerah itu dalam rangkaian kegiatan di Kecamatan Pandrah. Selain peletakan batu pertama pembangunan rumah M Jafar. Bupati Bireuen juga memulai program bedah rumah di desa Meunasah Reudeup dengan dana dari Dinas Sosial Kabupaten Bireuen.

.
Rumah baru dari Baitul Mal Kabupaten Bireuen untuk M Jafar dibangun di tanah miliknya, di belakang komplek meunasah desa. Bersebelahan dengan rumah panggung yang selama ini ditempati M Jafar dan isteri serta empat orang anaknya.
.
Tiba di rumah M Jafar, Bupati Bireuen Ruslan M Daud turut melihat kondisi rumah panggung yang sebagian dindingnya rusak dan lainnya lapuk. Atap rumah sebagian besar bocor, bahkan ada penyangga atap yang sudah runtuh.
.
“Saya senang dan terima kasih kepada Baitul Mal Kabupaten yang sudah membangun rumah untuk kami, rumah itu harapan kami selama ini,” ucap Jafar. Terlebih sebagai petani, dia tidak akan mampu membangun rumah layak untuk keluarganya, apalagi kondisi tubuhnya yang mulai melemah karena derita penyakit strok.
.
Dia mengatakan rumah panggung yang selama ini ditempatinya akan dibongkar. Kayu yang masih layak digunakan untuk membangun dapur, Tentunya setelah rumah barunya dari Baitul Mal Kabupaten Bireuen rampung.
 .
Jafar patut gembira, terlebih Baitul Mal Kabupaten Bireuen kabarnya akan mengupayakan rumah itu cepat rampung. Jika tidak ada halangan, Jafar dan keluarga sudah dapat berhari raya Idul Fitri 1436 Hiriyah di rumah baru.
.
Sekretaris Baitul Mal Kabupaten Bireuen Anwar S.Ag mengatakan awalnya rumah milik M Jafar masuk dalam daftar untuk direhab Baitul Mal, tetapi setelah dilakukan ferivikasi kelapangan kondisi pisik rumahnya tidak memungkinkan lagi untuk direhab. Kami putuskan bangun baru untuk type 36 dengan biaya Rp.72.000.000 dari dana infak setoran PNS dalam Kabupaten Bireuen
.
“Kondisi rumah panggung yang didiami Jafar sudah sangat rusak, sebagian kayu penyangga atap lapuk, dinding dari pelepah rumbia, sementara sebagian tiang mulai dimakan rayap,  Kalau direhab butuh biaya sekitar Rp25 juta, sementara sesuai aturan di Baitul Mal, biaya rehab rumah dhuafa hanya Rp10 juta per unit, lalu diputuskan bangun baru, kami juga sedang mengupayakan pemasangan listrik prabayar gratis dari PLN setempat, karena rumah yang didiami keluarga M.Jafar belum ada sambungan arus listrik selama ini” jelas Anwar. [mr]
.
KONDISI RUMAH SEBELUM DIBANGUN
Rumah Dhuafa Baitul MalRumah Fakir Miskin Baitul Mal

Tinggalkan Komentar