logo baitul malBaitul Mal Kabupaten Bireuen merupakan Lembaga Daerah non Struktural yang diberi kewenangan untuk mengelola zakat, infaq, shadaqah, harta wakaf, harta agama lainnya untuk kemaslahatan umat, dan menjadi wali/wali pengawas terhadap anak yatim piatu dan hartanya, serta pengelolaan terhadap harta warisan yang tidak ada wali berdasarkan Syariat Islam (Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2010).

Kehadiran Baitul Mal Kabupaten Bireuen adalah untuk mengkoordinir zakat masyarakat secara keseluruhan, baik instansi pemerintah/swasta maupun lainnya dengan cara melakukan pendataan para muzakki dan mustahiq sehingga Baitul Mal dapat menambah sumber pengelolaannya dan pendistribusian zakat akan lebih tepat sasaran. Pengelolaan zakat oleh Baitul Mal Kabupaten Bireuen merupakan sebagian dari ajaran Islam yang dapat membantu pembangunan ekonomi daerah.

Baitul Mal Kabupaten Bireuen sebagai Koordinator dan fasilitator dalam pendistribusian zakat bertujuan mengatasi kemiskinan, sebagaimana tujuan utama dari zakat itu sendiri. Untuk menuntaskan kemiskinan di Aceh pada umumnya dan di Kabupaten Bireuen pada khususnya dibutuhkan langkah – langkah konkrit dan tepat pada sasaran yang dituangkan dalam program – program  Baitul Mal sebagai solusi untuk mencapai suatu kemajuan yang signifikan dengan menghadirkan rangkaian sistem manajemem yang handal dan mampu melaksanakan perannya sesuai dengan apa yang semestinya.

Pada tahun 2003 Pemerintah Kabupaten Bireuen membentuk Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (BAZIS) Kabupaten Bireuen dengan Keputusan Bupati Bireuen  Nomor 365 Tahun 2003 Tanggal 11 Desember 2003, dengan Ketua Badan Pelaksana Tgk. H. M. Yusuf A. Wahab, Lc, (Pimpinan Dayah Babussalam Jeunieb) dan dilengkapi dengan Dewan Pengawas yang diketuai oleh Tgk. H. Hasanoel Bashry HG (Waled Hasaneol Samalanga). BAZIS tersebut merupakan cikal bakal terbentuknya Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen. Periode selanjutnya Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen ditetapkan dengan Keputusan Bupati Bireuen Nomor 74 Tahun 2006 Tanggal 8 Maret 2006. Ketua Badan Baitul Kabupaten Bireuen yang pertama adalah Tgk. H. Anwar H. Nurdin (Pimpinan Ma’had Miftahul Ulum Tanoh Mirah).

Masa kepengurusan Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen ditetapkan dua tahun. Oleh karena itu sampai saat ini kepengurusan Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen telah dan sedang melalui beberapa periode kepengurusan yaitu;

  1. Periode 2003 – 2005 Ketua Tgk.H.M.Yusuf A Wahab, Lc (BAZIZ)
  2. Periode 2006 – 2007 Ketua Tgk. H. Anwar H. Nurdin.
  3. Periode 2008 – 2009 Ketua Tgk. H. Anwar H. Nurdin.
  4. Periode 2010 – 2011 Ketua Tgk. Fauzi Murtadha.
  5. Periode 2012 – 2013 Ketua Drs. H. Ahmad Ajady, M.Pd.

Dalam melaksanakan tugasnya Pengurus Badan Baitul Kabupaten Bireuen bertanggung jawab kepada Bupati Bireuen melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen. Dalam rangka pengawasan terhadap penerimaan dan penyaluran Zakat, Infaq dan Shadaqah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Karyawan BUMN/BUMD, para pengusaha dan pedagang yang beragama Islam yang dikelola oleh Pengurus Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen ditetapkan Dewan Pengawas Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen dengan periode empat tahun. Periode yang sekarang ditetapkan dengan Keputusan Bupati Bireuen Nomor 9 Tahun 2012 tanggal 17 Januari 2012 tentang Perubahan atas Keputusan Bupati Bireuen Nomor 332 Tahun 2011.

Untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Baitul Mal Kabupaten Bireuen dan Dewan Pengawas Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen pada bulan April 2012 dibentuk Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Bireuen yang didasarkan pada Peraturan Bupati Bireuen Nomor 5 Tahun 2012 tanggal 6 Maret 2012. Selanjutnya lahir qanun Kabupaten Bireuen Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sekretariat Lembaga Keistimewaan Aceh yang didalamnya termasuk diatur tentang Lembaga Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Bireuen yang mempunyai tugas menyelenggarakan administrasi kesekretariatan, administrasi keuangan dan menyediakan serta mengkoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Bireuen dipimpin oleh seorang Kepala Sekretariat dengan jabatan structural eselon III.a, dan secara eks-ofosio menjadi Sekretaris Baitul Mal dan Sekretaris Dewan Pengawas Baitul Mal Kabupaten Bireuen.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Bireuen secara fungsional bertanggung jawab kepada Pimpinan Baitul Mal Kabupaten Bireuen dan secara administratif bertanggung jawab kepada Bupati Bireuen melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen.