Baitul Mal Bireuen Bangun 20 Unit Rumah untuk Duafa

Jun 15

Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp370 juta untuk biaya pembangunan 20 unit rumah untuk kaum duafa.

Dana pengadaan rumah itu dialokasikan dalam rangkaian penyaluran Rp1 miliar lebih tahap I dana zakat dan infaq yang terkumpul melalui Baitul Mal Bireuen untuk periode Januari–April 2012. Dana disalurkan pada Jumat 15 Juni 2012 di Aula Setdakab Lama Bireuen.

”Pembangunan rumah untuk kaum dhuafa ini di 17 kecamatan. Sebelumnya Baitul Mal Bireuen telah membangun puluhan rumah dengan dana infaq dan shadaqah yang terkumpul dari PNS dan lembaga lainnya,” ujar Ahmad Ajady, Kepala Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen.

Ahmad Ajady mengatakan satu miliar lebih dana itu terkumpul terdiri dari zakat Rp331 juta dan infaq Rp682 juta. Zakat dan infaq disalurkan antara lain untuk modal usaha fakir miskin dan bea siswa fakir miskin SD, SMP, dan SMA, serta biaya operasional kantor dan sejumlah kebutuhan lainnya termasuk untuk musafir.

”Pemasukan dana zakat, infaq, dan sedekah tahap pertama kali ini ada peningkatan bila dibandingkan dengan pemasukan tahap III tahun 2011 yang hanya Rp999 juta. Semula kami khawatir terjadi penurunan zakat dan infaq yang kita terima,” ujarnya.

Kekhawatiran itu menyusul adanya surat dari Baitul Mal Aceh yang menyebut penghasilan yang kena zakat sebesar 2,5 persen adalah orang yang berpenghasilan diatas Rp3,8 juta per bulannya.

Tetapi, kata Ahmad, Bupati Bireuen telah mengeluarkan imbauan bahwa orang yang berpenghasilan dibawah Rp3,8 juta dianjurkan tetap mengeluarkan zakat sebesar satu persen.

Penyaluran zakat dan infaq oleh Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen dihadiri Wakil Bupati Bireuen Busmadar Ismail, Kepala Kantor Kemeterian Agama Bireuen diwakili Ismuar, kepala lembaga perbankan, para camat, serta sejumlah penerima maupun perwakilan penerima. (The Atjeh Post)

2 komentar

  1. yusmadi
    Sep 30

    ass,mohon sekali-kali pimpinan baitul mal itu turun ke tengah tengah masyarakat untuk melihat kondisi kehidupan masyarakat secara langsung,jangan duduk saja di kantor,bercerita ini itu,buktinya masyarakat di desa leubu kuta barat ada rumahnya hampir mau roboh,kenapa tidak ada perhatian sama sekali,padahal zakat itu bermilyar-milyar tapi masyarakat tambah sengsara,yang ada hanya calo yang menjanjikan harapan buat orang miskin,tapi pada kenyataanya nihil,memang negara kita hanya mementingkan perut sendiri,tanpa pernah memikirkan bagaimana memajukan orang miskin.sungguh kasihan orang miskin,trm kasih

    Reply
    • Oct 2

      Walaikumsalam wb.wb.

      Pertama-tama kami ucapkan terimakasih atas kunjungan saudara pada website http://www.baitulmalbireuen.com, kami turut prihatin atas apa yang saudara keluhkan, dalam kesempatan kami undang saudara ke Baitul Mal Bireuen untuk kita diskusikan permasalahan masyarakat ditempat saudara dan kita sesuaikan dengan mekanis pengelolaan zakat, infaq, shadakah dan harta agama lainnya pada Baitul Mal sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2007 dan Peraturan Bupati Bireuen Nomor 20 tahun 2013.

      Sekedar info selama 1 bulan terakhir kami baru saja melakukan verifikasi bantuan rumah fakir miskin ke 17 kecamatan termasuk ke daerah saudara. Ada 432 proposal bantuan rumah yang masuk ke Baitul Mal, setelah kami verivikasi ke lapangan hanya 64 buah rumah yang layak dibantu sesuai kriteria yang ditetapkan, dan dalam waktu dekat akan segera dibangun dengan anggaran 3,8 Milyar termasuk di kecamatan Makmur.

      Jika di daerah saudara punya rumah yang layak dibantu oleh Baitul Mal sebaiknya segera sampaikan data-data yang akuran kepada kami dari pada anda menuding kinerja Baitul Mal, kami telah berusaha maksimal membantu masyarakat dari dana zakat dan infaq Pegawai Negeri Sipil yang kami kumpulkan, namun masyarakat juga harus menyadari tidak semua persoalan kemiskinan di masyarakat menjadi tanggungjawab Baitul Mal. Terimaksih

      Wassalam
      Sekretaris Baitul Mal Bireuen

      Reply

Tinggalkan Komentar